
CiILACAP-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 04 Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) turut berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai persatuan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bertempat di Desa Bengbulang, kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 105 peserta yang terdiri atas perangkat desa, anggota Karang Taruna, kader Posyandu, mahasiswa KKN 04 UNUGHA, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara, terutama saat berlangsungnya sesi penyampaian materi dan dialog bersama narasumber.
Hadir sebagai narasumber utama Ibu Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh jajaran pengurus Partai Gerindra dan para wakil rakyat dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Turut hadir mendampingi David Ishaq Aryadi, S.E., M.M., Suyatno, Kiki Anggoro, Gus Mulyo, serta jajaran tim relawan Novita Center yang turut menyukseskan jalannya kegiatan.
Dalam pemaparannya, Ibu Dr. Hj. Novita Wijayanti menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu harus terus dipahami dan diamalkan oleh seluruh masyarakat. Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan sangat penting agar masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan di era modern tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Bengbulang, Bapak Sudiro, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan kepada Desa Bengbulang. Ia menyampaikan bahwa berbagai proyek pembangunan yang telah terealisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Selain menyampaikan rasa terima kasih, Bapak Sudiro juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Ia berharap pada tahun 2027 mendatang Desa Bengbulang kembali memperoleh alokasi anggaran pembangunan, khususnya untuk penanganan Sungai Ciraiyu yang menjadi sumber pengairan utama lahan persawahan warga. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan sungai tersebut sangat penting guna mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat Desa Bengbulang.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ibu Dr. Hj. Novita Wijayanti mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Bengbulang. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang merata merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Bagi mahasiswa KKN 04 UNUGHA, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai Empat Pilar Kebangsaan, mahasiswa juga dapat belajar secara langsung mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat dalam menyampaikan serta memperjuangkan aspirasi pembangunan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Suasana kekeluargaan tampak terjalin sepanjang kegiatan, mulai dari penyampaian materi, sesi diskusi, hingga silaturahmi antara para tamu undangan dan peserta. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan, sekaligus harapan agar semangat persatuan, gotong royong, dan pembangunan yang berkelanjutan terus terjaga demi kemajuan Desa Bengbulang dan Indonesia secara keseluruhan.