Monday, October 12, 2026
HomePojok IlmuGus Khazam Bisri, 3 Indikator Orang Bertakwa

Gus Khazam Bisri, 3 Indikator Orang Bertakwa

Ada tiga indikator orang bertakwa yakni Taqwa secara personal, taqwa secara sosial, menjadi orang yang bersyukur. Hal ini pula yang menjadi goal atau tujuan berpuasa.

Ini tertuang dalam alqur’an Surat Albaqoroh ayat 3 yang berbunyi;

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ

 Artinya; (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,

Dari ayat tersebut bisa disimpukan bahwa Indikator orang yang bertaqwa adalah الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ orang yang iman (percaya) pada sesuatu yang ghoib. Inilah yang dinamakan orang bertaqwa secara personal/pribadi dan juga orang tersebut mau untuk melaksanakan sholat وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ .

Artinya, bahwa orang yang bertaqwa indikator pertamanya adalah beriman kepada Allah, iman kepada sesuatu yang ghoib. Karena sesuatu yang ghoib itu bisa memberikan motivasi kepada kita supaya kita menjadi orang yang bertaqwa. Selain itu, orang yang bertakwa adalah mereka yang وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ yakni mau untuk menegakkan sholat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggunakan lafal وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ yang artinya mendirikan. Akan tetapi, bukan hanya sekedar melaksanakan sholat. Artinya, ketika orang mau untuk melaksanakan sholat berarti sholat mampu membentuk karakter seseorang yang mutakhir. Membentuk orang untuk mau amar maruf nahi munkar.

Indikator orang yang mutakhir adalah وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ yakni orang yang bertakwa secara sosial, orang yang mau untuk menyedekahkan, menginfaqkan sebagian harta yang ia miliki kepada orang-orang yang tidak mampu. Apalagi ketika kita memasuki bulan Ramadhan.

Hingga ada ungkapan bahwa rasululloh adalah orang yang paling dermawan ketika ia memasuki bulan Ramadan, gemar bersedekah, berinfak, menolong orang lain, berbuat baik pada orang lain ini adalah perwujudan dari وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
Allah itu menggunakan kata يُنْفِقُوْنَ menyedekahkan, memberikan gembira kepada orang lain.

Itulah kurikulum orang berpuasa. Bahwa berpuasa itu membentuk takwa secara personal, yakni dengan kita rajin beribadah kepada Allah, kita berbuat sholeh kepada Allah. Akan tetapi, kita juga harus berbanding lurus dengan beramal sholeh secara social, yakni sholeh kepada tetangga, kepada semua umat manusia, kepada semua makhluk hidup.

Itu yang menjadi harapan atau kulikulum kita dalam melaksanakan puasa. Puasa itu, tidak hanya sebatas membentuk manusia yang sholeh secara individu atau sholeh kepada Allah Subhanu Wa Ta’ala. Melainkan bagaimana kita mampu baik kepada umat manusia, baik kepada sesama makhluk Allah. Itu yang menjadi goal atau tujuan akhir yang ditegaskan Allah Subhanu Wa Ta’ala لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ.

Tanpa usaha Allah menggunakan lafal لَعَلَّ yang bermakna “tarojji” itu harus benar-benar diusahakan, harus benar-benar ada jihad kita semua. Supaya kita menjadi manusia yang “muttaqin”.

Sebagaimana ditegaskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Al baqarah ayat 183 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨

Disini Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuat kurikulum tujuan orang berpuasa dengan kata-kata لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْن. Allah menggunakan lafal لَعَلّ yang bermakna “tarojji” (pengharapan). Pengharapn kita ketika melakukan puasa adalah supaya menjadi orang yang bertaqwa. (Diana Putri Pradhin/KPI-06)

Editor: Naeli Rokhmah)

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments