Monday, October 12, 2026
HomeUncategorizedDIALOG LINTAS IMAN: MENDORONG MAHASISWA JADI PENJEMBATAN ANTAR UMAT BERAGAMA

DIALOG LINTAS IMAN: MENDORONG MAHASISWA JADI PENJEMBATAN ANTAR UMAT BERAGAMA

Cilacap (20/05/26) – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keagaman Islam (BEM FKI), Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciacap menggelar Dialog Lintas Iman bertema “Dari Perbedaan Menuju Pemahaman: Dialog Lintas Iman untuk Mahasiswa Moderat”.

Acara yang bertempat di Aula Fakultas Keagamaan Islam Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap ini dihadiri oleh beberapa tokoh public keagamaan dan beberapa mahasiswa yang cukup antusias. Acara ini di mulai sekitar pukul 09.00 dan selesai tepat pada pukul 13.00. Dimulai dengan pembukaan, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan di susul oleh sambutan-sambutan, dimulai dari ketua panitia, di lanjut oleh bapak Dekan FKI beliau Drs. Misbah Khusurur, S.H.I., M.S.I., kemudian di lanjutkan oleh ketua FKUB Kabupaten Cilacap Bpk Fahrur Rozi M.Hum, beliau Dalam sambutannya, berharap melalui forum ini, keberagaman dan kerukunan beragama di Cilacap dapat terus terjaga dengan baik.

Perwakilan Kementerian Agama, Bapak H Toha S.Ag, menegaskan pentingnya komitmen kebangsaan bagi setiap manusia dan sikap moderat dalam beragama. “Yang beda jangan disamakan, yang sama jangan dibedakan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa moderasi beragama adalah cara berpikir dan berperilaku menghargai perbedaan di lingkungan sekitar. Umat beragama harus berpikir moderat dan berada di tengah-tengah tanpa condong ke satu sisi ekstrem.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan umat Kristen, Romo Vincent Dr. Sius Kaya Watun, S.Pd., M.M., menyebut bahwa perbedaan bukanlah ancaman melainkan kesempatan. Ia mendorong mahasiswa membekali diri dengan nilai saling menghormati, kerja sama sosial, dan persaudaraan. “Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Jangan mewariskan kebencian, jangan memelihara prasangka, jangan mudah diadu domba atas nama agama. Jadilah generasi yang mampu menjaga Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Cilacap, Bapak Budi Purwanto, mengingatkan pentingnya berpikir kritis guna mencegah radikalisme. Menurutnya, jika sejak dini generasi muda sudah dibekali pemikiran radikal, maka ke depannya hanya akan ada kehancuran.
Semangat kebersamaan ini juga diperkuat oleh perwakilan Penghayat Kepercayaan, Bapak Muslam. Beliau mengingatkan bahwa manusia saling membutuhkan satu sama lain dan tidak ada yang bisa hidup sendirian. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Joko Warsito selaku perwakilan umat Hindu, bapak Joko Wiratno dari umat Kristen, dan Romo Tara dari umat Buddha, yang bersama-sama berkomitmen menjaga kedamaian antarumat beragama.

Penulis : Neila Khozainul Muna 24AC10021

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments